Tuesday, February 9, 2021

EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM ILMU PENDIDIKAN ISLAM

 

MAKALAH

 

“EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM”

Untuk memenuhi tugas mata kuliah:

“ILMU PENDIDIKAN ISLAM”

 

 

Dosen Pengampu : Ab. Karim Amarullah, S.Pd.I,. M.Pd.I

 

 



 

JURUSAN: PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

 

Disusun oleh: KELOMPOK VIII

 

SAMSUL MU’ARIF (19.11.2527)

 

 

 

 

YAYASAN PENDIDIKAN DAN AMAL SOSIAL AN-NADWAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AN-NADWAH KUALA TUNGKAL

TAHUN AKADEMIK 2019/2020

 

 

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Evaluasi Pendidikan Islam” dalam mata kuliah “Ilmu Pendidikan Islam”.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah  ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

 

 

 

Kuala Tungkal,    Maret 2019

 

                                          

                                                                                       Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Judul                                                                                                             i

Kata pengantar                                                                                                 ii

Daftar isi                                                                                                          iii

BAB I: PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang                                                                               1

B.     Rumusan masalah                                                                          1

C.     Tujuan                                                                                           1

D.     Manfaat                                                                                         1

BAB II: PEMBAHASAN

A.     Pengertian Pendidikan Islam                                                          2

B.     Tujuan Pendidikan Islam                                                               2

C.      Fungsi Pendidikan Agama Islam                                                                  3

D.     Pengertian Evaluasi Pendidikan Islam                                                       4

E.      Ruang Lingkup Evaluasi Pendidikan Islam                                             5

F.        Fungsi Evaluasi Pendidikan Islam                                                              6

G.      Prisip-prinsip Evaluasi Pendidikan Islam                                                  8

H.     Manfaat Evaluasi Pendidikan Islam                                                            11

I.        Jenis-jenis Evaluasi Pendidikan Islam                                                        12

BAB III: PENUTUP                                           

A.     Kesimpulan                                                                                                   14

B.     Saran                                                                                             14

                        

Daftar pustaka                  

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan dalam konteks menghadapi arus globalisasi kali ini harus memiliki peran yang urgensi dalam memanfaatkan perkembangnya dan mengantisipasi hal negatif yang dibawanya. Pendidikan dituntut untuk mampu menghasilkan SDM yang berkualitas yang mampu menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks dan mampu menguasai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Agar pendidikan memiliki peran yang baik di masa sekarang dan yang akan datang maka perlu pemikiran yang konstruktif demi tercapainya kualitas yang baik. Guru sebagai ujung tombak sistem pendidikan perlu mengembangkan kompetensinya dalam mengelola pembelajaran

Evaluasi pembelajaran merupakan suatu usaha untuk memperbaiki mutu proses pembelajaran. Informasi-informasi yang diperoleh dari pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada gilirannya digunakan untuk memperbaiki kualitas proses belajar mengajar. Seringkali dalam proses belajar mengajar, aspek evaluasi pembelajaran ini diabaikan. Dimana pendidik terlalu memperhatikan saat yang bersangkutan memberi pelajaran saja dan dalam membuat soal ujian atau tes (formatif), soal tes disusun seadanya atau seingatnya saja tanpa harus memenuhi penyusunan soal yang baik dan benar serta pengolahan evaluasi pembelajaran yaitu pada pelaksanaan evaluasi formatif (Subari, 1994: 174)

B. Rumusan Masalah

  1. jelaskan pengertian pendidikan islam?
  2. jelaskan pengertian evaluasi pendidikan khususnya pendidikan islam?
  3. Bagaimana tujuan evaluasi pendidikan isalm?

C. Tujuan

  1. Untuk mengetahui pendidikan islam, evaluasi, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan makalah yang saya buat ini.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Sebelum lebih jauh menjelaskan metode dan tekhnik  pembelajaran dalam islma maka lebih utama lah kita terlebih dahulu membahas islam (Pendidikan Islam). Pendidikan agama islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani, ajaran agama islam, dibarengi dengan tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar ummat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.

Menurut Zakiyah Dradjat pendidikan agama islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaramn islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan yang apada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan islam sebagai pandangan hidup.

Menurut Dr. Armai Arief, M.A pendidkan islam yaitu sebuah proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia-manusia yang seutuhnya; beriman dan bertakwa kepada Tuhan serta mampu mewujudkan eksistensinya sebagai khalifah allah di muka bumi, yang bersandar kepada ajaran Al-quran dan Sunnah, maka tujuan dalam konteks ini berarti terciptanya insane-insan kamil setelah proses berakhir..

B. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Tujuan pendidikan islam merupakan hal yang dominan dalam pendidikan, rasanya penulis perlu mengutif ungkapan breiter, bahwa pendidikan adalah persoalan tujuan dan fokus. Mendidika anak berarti bertindak dengan tujuan agar mempengaruhi perkembangan anak sebagai seseorang secarah utuh. Pendidikan agama islam di sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, serta pengalaman peserta didik tentang agama islam sehingga menjadi manusia muslimyang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Secara umum, tujuan pendidikan agama islam terbagi kepada: tujuan umum, tujuan sementara, tujuan akhir, dan tujuan operasional, tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai denagan semua kegiatan pendidikan baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam sebuah kurikulum. Tujuan akhir adalah tujuan yang dikehendaki agar peserta didik manusia-manusia yang sempurna (insane kamil). Sedangkan tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu.

C. Fungsi Pendidikan Agama Islam

Fungsi Pendidikan Agama Islam di sekolah atau madrasah Abdul Majid, dan Dian Andayani, dalam bukunya Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompotensi, yakni diantaranya sebagai berikut:

·         Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya kewajiban menanamkan keimanan dan ketakwaan di lakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuh kembangkan lebih lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketakwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.

·         Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagian hidup didunia dan di akhirat.

·         Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.[1]

 

A. Pengertian Evaluasi Pendidikan Islam

1. Pengertian Evaluasi

Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris educationdalam bahasa ArabAt-Taqdir dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. Dengan demikian secara harfiyah dapat evaluasi pendidikan diartikan sebagai penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan.

Adapun dari segi istilah, sebagaimana dikemukakan oleh Edwind Wandt dan Gerald W. Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Apabila definisi Edwind Wandt dan Gerald W. Brown digunakan untuk memberi definisi tentang evaluasi pendidikan. maka evaluasi pendidikan itu dapat diberi pengertian sebagai suatu tindakan atau kegiatan yang dilaksanakan dengan maksud untuk atau suatu proses yang berlangsung dalam rangka menentukan nilai dari segala sesuatu dalam dunia pendidikan yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan, atau yang terjadi di lapangan pendidikan. Atau singkatnya evaluasi pendidikan adalah kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan sehingga dapat diketahui mutu atau hasil-hasilnya.

Menurut  Ramayulis mengatakan “Evaluasi” merupakan suatu proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi guna menetapkan keluasan pencapaian tujuan oleh individu”.

Dan menurut Abdul Mujid dan Jusuf Mudzakir mengatakan “Evaluasi” adalah suatu proses penaksiran terhadap kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan peserta didik untuk tujuan pendidikan. Sedangkan “Evaluasi Pendidikan Islam” adalah suatu taraf untuk menentukan taraf kemajuan suatu aktivitas di dalam pendidikan Islam.

Sedangkan menurut A. Heris Hermawan menyatakan “Evaluasi” adalah penilaian, setelah proses penilaian ada hasil. Hasilnya adalah yang kemudian menjadi semacam parameter untuk mengetahui apakah seorang itu berhasil atau tidak. Evaluasi sangat menentukan kualitas”. Allah SWT berfirman di dalam (QS: Al-Baqarah : 115) yang artinya: “Dan sungguh akan kami cobaan kepadamu dengan sedikit kekuatan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.

 Demikianlah beberapa pengertian evaluasi pendidikan islam menurut para ahli jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi pendidikan islam adalah suatu proses penilaian dalam mengumpulkan dan menganalisis untuk menentukan taraf kemajuan suatu aktivitas di dalam pendidikan guna menetapkan  pencapaian suatu tujuan baik untuk pendidik dan peserta didik.[2]

 

B.       Ruang Lingkup Evaluasi Pendidikan Islam

Secara umum ruang lingkup dari evaluasi dalam bidang pendidikan islam  di sekolah mencakup tiga komponen utama yaitu :

1.      Evaluasi program pengajaran, evaluasi atau penilaian terhadap program pengajaran akan mencakup tiga hal, yaitu:

a.    Evaluasi terhadap tujuan pengajaran.

b.    Evaluasi terhdap isi program pengajaran.

c.    Evaluasi terhadap strategi belajar mengajar.

2.      Evaluasi proses pelaksanaan pengajaran. Evaluasi mengenai proses peaksanaan pengajaran mencakup beberapa hal yaitu:

a.    Kesesuaian antara proses belajar mengajar yang berlangsung,

     dengan garis-garis besar program pengajaran yang telah ditentukan.

b.   Kesiapan guru dalam melaksanakan program pengajaran.

c.    Kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

d.   Minat atau perhatian siswa didalam mengikuti pelajaran.

e.    Keaktifan atau partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

f.    Peranan bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa yang memerlukannya.

g.   Komunikasi dua arah antara guru dan murid selama proses pembelajaran    

     berlangsung.

h.   Pemberian dorongan atau motivasi terhadap siswa.

i.     Pemberian tugas-tugas kepada siswa dalam rangka penerapan teori-

     teori  yang diperoleh didalam kelas dan upaya menghilangkan dampak       

     negatif yang timbul sebagai akibat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan

    di sekolah.

3.      Evaluasi hasil belajar, evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik ini mencakup:

a.       Evaluasi mengenai tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan-

      tujuan khusus yang ingin dicapai dalam unit-unit program pengajaran

      yang bersifat terbatas.

b.      Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan-

      tujuan umum pengajaran.[3]

C.   Fungsi Evaluasi Pendidikan Islam

Secara umum, evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi pokok yaitu

1.         Mengukur kemajuan.

2.         Menunjang penyusunan rencana.

3.         Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali.

Adapun secara khusus, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan dapat ditillik dari tiga segi, yaitu:

1.      Segi psokologis.

2.      Segi didaktik.

3.      Segi administratif.

Bagi pendidik, secara didaktik evaluasi pendidikan itu setidak-tidaknya memiliki lima macam fungsi, yaitu:

1.      Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah

      dicapai oleh peserta didiknya

2.      Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi

      masing-masing peserta didik di tengah-tengah kelompoknya.

3.      Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian

       menetapkan status peserta didik.

4.      Memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi

       peserta didik yang memang memerlukannya.

5.      Memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran

      yang telah di tentukan telah dapat dicapai.

Adapun secara administrative, evaluasi pendidikan setidak-tidaknya memiliki tiga macam fungsi, yaitu:

1.         Memberikan laporan.

2.         Memberikan bahan-bahan keterangan (data).

3.         Memberikan gambaran.

Menurut Wina Sanjaya dalam bukunya Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran ada beberapa fungsi evaluais, yakni :

1.      Evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa.

2.      Evaluasi merupakan alat untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa

      dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan.

3.      Evaluasi dapat memberikan informasi untuk mengembangkan program

      kurikulum.

4.      Informasi dari hasil evaluasi dapat digunkan oleh siswa untuk mengambil

      keputusan secara individual khususnya dalam menentukan masa depan

      sehubungan dengan pemilihan bidang pekerjaan.

5.      Evaluasi berguna untuk para pengembang kurikulum dalam menentukan

      kejelasan tujuan khusus yang ingin dicapai.

6.      Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk semua pihak yang    

       berkepentingan dengan pendidikan di sekolah.[4]

D.      Prisip-prinsip Evaluasi Pendidikan Islam

Abdul Mujid dan Jusuf  Mudzakir  mengatakan bahwa ada 3 (tiga) prinsip-prinsip evaluasi yang harus di perhatikan, yaitu;

1.    Prinsip Kesinambungan (Konstinuitas)

Dalam ajaran Islam, sangat diperhatikan prinsip kontinuitas, karena dengan berpegang dengan prinsip ini, keputusan yang di ambil oleh seseorang menjadi valid dan stabil, dan menghasilkan suatu tindakan yang menguntungkan, serta untuk mengetahui perkembangan peserta didik sehingga kegiatan dan kerja peserta didik dapat dilihat melalui penilaian.

2.    Prinsip Menyeluruh (Konprehensif)

Prinsip ini melihat semua aspek, seperti aspek kepribadian, ketajaman hafalan, pemahaman, ketulusan, kerajinan, sikap kerja sama, tanggung jawab dan sebagainya.

3.    Prinsip Objektivitas

Prinsip ini dilakukan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak boleh dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat emosional dan irasional. Allah Swt., memerintahkan agar seseorang berlaku adil dalam mengevaluasi sesuatu, jangan karena kebencian ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan.

Dan menurut A. Heris mengatakan ada 5 prinsip evaluasi yang harus diperhatikan, yaitu:

1.    Prinsip Valid (kebenaran suatu data)

Evaluasi mengukur apa yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis tes terpercaya dan shahih. Artinya adanya kesesuaian alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat di pertanggungjawabkan maka data yang akan dihasilkan akan salah dan menghasilkan kesimpulan yang dimilikinya menjadi salah.

2.    Prinsip Kesinambungan (kontinuitas)

Evaluasi tak hanya dilakukan setahun sekali, atau per semester, tetapi dilakukan secara terus-menerus, dimulai dari proses belajar mengajar kemudian memperhatikan peserta didiknya, sehingga peserta didik selesai dari lembaga sekolah. Evaluasi dilakukan secara kesinambungan untuk untuk mengetahui perkembangan peserta didik sehingga kegiatan dan kerja peserta didik dapat dilihat melalui penilaian.

3.    Prinsip Menyeluruh (komprehensif)

Prinsip ini melihat semua aspek, seperti aspek kepribadian, ketajaman hafalan, pemahaman, ketulusan, kerajinan, sikap kerja sama, tanggung jawab dan sebagainya. Bila hal ini diperlukan, masing-masing bidang diberikan penilaian secara khusus, sehingga peserta didik mengetahui kelebihannya disbanding dengan teman-temannya, karena setiap peserta didik diasumsikan tidak semuanya memiliki mpengetahuan dan keterampilan secara utuh.

4.    Prinsip Bermakna

Evaluasi diharapkan memiliki makna yang segnifikan bagi semua pihak. Untuk itu evaluasi hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindak lanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

5.    Prinsip Objektivitas

Prinsip ini dilakukan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak boleh dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat emosional dan irasional. Allah Swt., memerintahkan agar seseorang berlaku adil dalam mengevaluasi sesuatu, jangan karena kebencian ketidak objektifan evaluasi yang dilakukan.

Sedangkan Ramayulis mengatakan bahwa prinsip evaluasi dibagi menjadi 2, yaitu:

1.        Prinsip Umum, prinsip umum terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

a.    Valid

Evaluasi yang harus mengukur apa yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis tes terpercaya atau sahih, artinya adanya kesesuaian alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat di pertanggungjawabkan maka data yang akan dihasilkan akan salah dan menghasilkan kesimpulan yang dimilikinya menjadi salah.

b.    Berorientasi kepada kompetensi

Evaluasi harus memiliki pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi seperangkat pengetahuan, sikap, keterampilan dan nilai yang terreflesikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Dalam berpijak pada kompetensi ini, maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dan jerarah.

c.    Berkelanjutan

Evaluasi harus dilakukan secara terus menerus dari waktu ke waktu untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan peserta didik, sehingga kegiatan dan unjuk kerja peserta didik dapat di pantau melalui penilaian.

d.   Menyeluruh

Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor serta berdasarkan strategi dan prosedur penilaian dengan berbagi bukti hasil belajar peserta didik yang dapat dipertanggung jawabkan kepada semua pihak.

e.    Bermakna

Evaluasi diharapkan memiliki makna yang segnifikan bagi semua pihak. Untuk itu evaluasi hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindak lanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

f.     Adil dan obyektif

Evaluasi harus mempertimbangkan rasa keadilan dan obyektifitas peserta didik, tanpa membedakan jenis kelamin, latar belakang etis, budaya. Sebab ketidakadilan dalam penilaian dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar peserta didik karena merasa dianarkikan.

g.    Terbuka

Evaluasi hendaknya dilakukan terbuka bagi berbagai kalangan sehingga keputusan tentang keberhasilan peserta didik jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan, tanpa ada rekayasa dan sembunyi-sembunyi.

h.    Ikhlas

Ikhlas ialah, keberhasilan niat atau hati guru atau pendidik, bahwa ia dalam melakukan evaluasi itu dalam rangka efesiensi tercapainya pendidikan dan kepentingan peserta didik itu sendiri.

2.        Prinsip Khusus

a.    Apapun jenis penilaian yang digunakan harus memungkinkan adanya kesempatan terbaik dan maksimal bagi peserta didik menunjukan kemampuan hasil belajar mereka.

b.    Setiap guru mampu melaksanakan porosedur penilaian, dan penvatatan secara tepat presentasi dan kemampuan hasil belajar yang dicapai peserta didik.[5]

E.      Manfaat Evaluasi Pendidikan Islam

Dalam Pendidikan, tujuan evaluasi lebih ditekankan pada penguasaan sikap (afektif dan psikomotor) ketimbang asfek kogritif. Penekanan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik yang secara besarnya meliputi empat hal, yaitu ;

1.    Sikap dan pengalaman terhadap hubungan pribadinya dengan Tuhannya, maksunya Sejauh mana loyalitas dan pengabdiannya kepada Allah dengan indikasi-indikasi lahiriah berupa tingkah laku yang mencerminkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

2.    Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan dirinya dengan masyarakat, maksudnya Sejauh mana peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai agamanya da kegiatan hidup bermasyarakt, seperti ahlak yang mulia dan disiplin.

3.    Sikap dan pengalaman terhadap arti hubungan kehidupannya dengan alam sekitarnya, maksudnya Bagaimana peserta didik berusaha mengelola dan memelihara, serta menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya, apakah ia merusak ataukah memberi makna bagi kehidupannya dan masyarakat dimana ia berada.

4.     Sikap dan pandangan terhadap diri sendiri selaku hamba Allah Swt., khalifah Allah Swt., serta anggota masyarakat, maksudnya Bagaimana dan sejauh mana ia memandang diri sendiri sebagai hamba Allah dalam menghadapi kenyataan masyarakat yang beraneka ragam budaya, suku dan agama. 

F.      Jenis-jenis Evaluasi Pendidikan Islam

Abdul Mujid dan Jusuf Mudzakir mengatakan ada empat macam jenis-jenis evaluasi yang dapat diterapkan dalam pendidikan Islam, yaitu:

1.    Evaluasi Formatif, adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai peserta didik setelah ia menyelesaikan program dalam satuan bahan pelajaran pada suatu bidang studi tertentu. Fungsi penilaian pormatif ini untuk memperbaiki proses pembelajaran kearah yang lebih baik dan efesien atau memperbaiki satuan atau rencana pembelajaran.

2.    Evaluasi Sumatif, adalah evaluasi yang dilakukan terhadap hasil belajar  peserta didik setelah mengikuti pelajaran pada suatu catur wulan, satu semester, atau akhir tahun untuk menentukan jenjang berikutnya. Fungsi penilaian sumatif untuk mengetahui angka atau nilai murid setelah mengikuti program pembelajaran dalam satu semester atau akhir tahun.

3.    Evaluasi penempatan (placement), adalah evaluasi yang dilakukan sebelum anak mengikuti proses belajar mengajar untuk kepentingan penempatan pada jurusan atau fakultas yang di inginkan. Fungsi dari evaluasi ini untuk mengetahui keadaan peserta didik secara bertahap kemudian kepribadian secara menyeluruh.

4.    Evaluasi Diagonis, adalah evaluasi terhadap hasil peneletian tentang keadaan belajar peserta didik, baik merupakan kesulitan - kesulitan atau hambatan yang ditemui dalam situasi belajar mengajar. Fungsi evaluasi dianostik untuk permasalahan yang mengganggu peserta didik, hal ini akan mengakibatkan pesera didik  mengalami kesulitan, hambatan atau gangguan dalam satu bidang studi.[6]

Sedangkan Ramayulis mengatakan ada tiga macam jenis-jenis evaluasi yang dapat diterapkan dalam pendidikan Islam, yaitu:

1.    Penilaian Formatif, yaitu penilaian untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan program dalam satuan bahan pelajaran pada suatu bidang studi tertentu.

2.    Penilaian Penempatan (placement), yaitu penilaian tentang pribadi peserta didik untuk kepentingan penempatan didalam situasi belajar mengajar yang sesuai dengan anak didik tersebut.

3.    Penilaian Diagnostik, yaitu penilaian yang dilakukan terhadap hasil penganalisaan tentang keadaan belajar peserta didik baik yang merupakan kesulitan-kesulitan atau hambatan yang ditemui dalam situasi belajar mengajar.[7]

 


 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

 

Yang pertama, pendidkan islam yaitu sebuah proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia-manusia yang seutuhnya; beriman dan bertakwa kepada Tuhan serta mampu mewujudkan eksistensinya sebagai makhluk di bumi ini. Atau dalam artian lain adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaramn islam secara menyeluruh. Lalu menghayati tujuan yang apada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan islam sebagai pandangan hidup.

Yang kedua, evaluasi pendidikan islam yaitu merupakan suatu proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi guna menetapkan keluasan pencapaian tujuan oleh individu. Evaluasi sangat diperlukan dalam dunia pendidikan agar kita sebagai pendidik bisa menganalisis apa yang telah kita sampaikan kepada peserta didik. Supaya peserta didik menjadi anak didik yang enovatif, kreatif, dan berwawasan tinggi, dari manfaat evaluasi pendidikan tersebut.

B. Saran

Dalam membuat Makalah ini mungkin masih terdapat kesalahan– kesalahan, sehingga kami mengaharapkan kritik dari pembaca agar makalah yang kami buat ini menjadi lebih baik dan lebih sempurna.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid, Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam (Berbasis Kompotensi) (Semarang: Cahaya Insani. 2006).

Almasri, M. N. Manajemen Sumber Daya Manusia: Imlementasi dalam Pendidikan Islam. Kutubkhanah. (Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 2016).

 

B., M. (2017). Evaluasi Belajar Peserta Didik (Siswa). Jurnal Idaarah, I Bab II.

Hermawan, A. Heris,  Ilmu Pendidikan Islam. (Bandung: Pustaka Ilmiah. 2008).

Lutfiah, S. Evaluasi Program Pendidikan Islam. (Academy Of Education Journal. Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan). (2012).

 

Sanjaya, Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. (Jakarta:2008 Prenada media Group).

 

Wahyuningsih, R., & Budiyono. Pengembangan Model Evaluasi Penyelenggaraan Sekolah Islam Terpadu. (Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan). (2014).

 

www.http://www.ejournal.radenintan.ac.id/index.php/tadzkiyyah/article/view/3624.com  ( w.w.w. Google Cendikia, Jurnal Pendidikan Islam ) Akses Pada 1 April 2002, Lokasi : Mekar Tanjung, Bram Itam, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Indonesia.

 

 



[1] Abdul Majid, Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam (Berbasis Kompotensi) (Semarang: Cahaya Insani. 2006). Hlm 3-4.

[2] Hermawan, A. Heris,  Ilmu Pendidikan Islam. (Bandung: Pustaka Ilmiah. 2008). Hlm. 10-11.

[3] B., M. (2017). Evaluasi Belajar Peserta Didik (Siswa). Jurnal Idaarah, I Bab II. Hlm.  257–267.

http://www.ejournal.radenintan.ac.id/index.php/tadzkiyyah/article/view/3624.com Akses Pada 1 April 2002, Pukul 9:04 AM Lokasi : Mekar Tanjung, Bram Itam, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Indonesia.

[4] Wahyuningsih, R., & Budiyono. Pengembangan Model Evaluasi Penyelenggaraan Sekolah

  Islam Terpadu.  (Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan). (2014).  Hlm.  246–260.

[5] Lutfiah, S. Evaluasi Program Pendidikan Islam. (Academy Of Education Journal. Pendidikan

  Pancasila Dan Kewarganegaraan). (2012). Hlm. 35–5.

[6] Sanjaya, Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. (Jakarta:2008 Prenada media

  Group). Hlm 36-39.

[7] Almasri, M. N. Manajemen Sumber Daya Manusia: Imlementasi dalam Pendidikan Islam.

  Kutubkhanah. (Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 2016). Hlm. 133–151.





https://kadul5647.blogspot.com/2021/02/evaluasi-pendidikan-islam-ilmu.html

No comments:

Post a Comment