Tuesday, February 9, 2021

KEWAJBAN MANUSIA dalam AKIDAH AKHLAK

 

MAKALAH

 

“KEWAJIBAN MANUSIA”

Untuk memenuhi tugas mata kuliah:

“MATERI AQIDAH AKHLAK ”

 


 

Dosen Pengampu: Muhammad, S.Pd.I., M.Pd.

 

 


 

JURUSAN: PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

SEMESTER/LOKAL: 2/E

 

Disusun oleh: KELOMPOK III

1. M. RIDHO (NIM: 19.11.2474)

2. SAMSUL MU’ARIF (NIM: 19.11.2527)

 

 

YAYASAN PENDIDIKAN DAN AMAL SOSIAL AN-NADWAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AN-NADWAH KUALA TUNGKAL

TAHUN AKADEMIK 2019/2020

 

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentangKewajiban Manusiadalam mata kuliah “Materi Aqidah Akhlak I”.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah  ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

 

 

 

Kuala Tungkal,    April  2020

 

                                                                       Penyusun

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Judul                                                                                                             i

Kata pengantar                                                                                                 ii

Daftar isi                                                                                                          iii

BAB I: PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang                                                                               4

B.     Rumusan masalah                                                                          4

C.     Tujuan                                                                                           4

BAB II: PEMBAHASAN

A.     Kewajban manusia                                                                                    5

B.     Manusia                                                                                         12

C.      Tujuan Kewajiban Manusia                                                                          16

D.     Dasar Hukum                                                                                                16

BAB III: PENUTUP                                           

A.     Kesimpulan                                                                                                   18

B.     Saran                                                                                             18

                        

Daftar pustaka                  

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau berdampingan. Tanggung Jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berati berbuat sebagai wujudan atas perbuatannya. Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau mahasiswa akan belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa atau mahasiswinya, tanggung jawab seorang presiden kepada negara dan rakyatnya, tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah Menciptakan kita

B.     Rumusan Masalah

1.      Apakah pengertian dari Kewajiban Manusia itu ?

2.      Apakah macam-macam dari Tanggung Jawab ?

3.      Apakah Pengertian Manusia itu ?

 

C.    Tujuan

Tujuan dari pembahasan materi ini adalah untuk mengetahui lebih jelas tentang tanggung jawab yang dialami oleh manusia dan bentuk-bentuk dari tanggung jawab yang dialami manusia. Selain itu juga untuk mengetahui pengaruh tanggung jawab terhadap manusia.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kewajiban Manusia

1. Pengertian

Secara sederhana, arti wajib adalah harus dilakukan dan dilaksanakan. Kewajiban adalah hal-hal yang harus dilakukan dan dilaksanakan. Biasanya, dengan melaksanakan kewajiban, maka seseorang bisa mendapatkan Hak. Jenis Kewajiban Menurut George Nathaniel Curzon:

·         Kewajiban Mutlak

Kewajiban mutlak adalah kewajiban seseorang terhadap dirinya sendiri dan tidak berhubungan dengan hak dan tidak mutlak melibatkan hak di lain pihak.

·         Kewajiban Publik

Kewajiban publik adalah kewajiban yang berhubungan dengan hak-hak publik. Misalnya; kewajiban untuk patuh terhadap peraturan dan hukum pidana.

·         Kewajiban Positif dan Negatif

Ini adalah kewajiban yang mengharuskan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Kewajiban positif menghendaki dilakukannya sesuatu, sedangkan kewajiban negatif menghendaki tidak dilakukannya sesuatu.

·         Kewajiban Umum dan Khusus

Kewajiban umum (universal) adalah kewajiban yang ditujukan kepada seluruh warga negara secara umum. Sedangkan kewajiban khusus ditujukan kepada golongan tertentu, bidang hukum tertentu, atau perjanjian.

·         Kewajiban Primer

Kewajiban primer dapat timbul dari tindakan yang tidak melawan hukum, misalnya kewajiban untuk tidak mencemarkan nama baik dan kewajiban yang sifatnya memberikan sanksi. Kewajiban primer dapat timbul akibat perbuatan melawan hukum, misalnya kewajiban membayar kerugian dalam hukum perdata.[1]

Dalam pengertian lain kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan, harus (sesuatu yang harus dilaksanakan). Dalam perjalanan sejarah, tema hak adalah usia yang relatif lebih muda dari tema kewajiban, meskipun sebelumnya telah lahir. Tema hak baru “lahir” resmi pada tahun 1948 oleh Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Manusia, sedangkan tema kewajiban (umum) telah lahir melalui ajaran agama di mana manusia harus menyembah Tuhan, dan berbuat baik bagi orang lain.

Setiap warga negara memiliki hak serta kewajiban yang sama di mata hukum, asasi manusia, maupun yang diatur menurut undang-undang dasar 45, pengertian secara umum hak merupakan suatu peran yang bersifat fakultatif yang memiliki arti boleh dilaksanakan atau tidak dilaksanakan, sedangkan makna kewajiban adalah peran yang bersifat imteratif dalam arti khusus harus dilaksanakan.[2]

Sedangkan, Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang­gung jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupa­kan makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk tuhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.

Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial.Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai sclera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam ja­minan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak meng­ganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Masalah tanggung jawab dalam konteks individual berkait­an dengan konteks teologis.Manusia sebagai makhluk indivi­dual artinya manusia harus bertanggung jawab terhadap diri­nya (seimbangan jasmani dan rohani) dan harus bertanggung jawab (kewajban) terhadap Tuhannya (sebagai penciptanya). Tanggung jawab manusia terhadap dirinya akan lebih kuat intensitasnya apabila ia mentiliki kesadaran yang mendalam. Tanggung jawab manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai akibat keyakin­annya terhadap suatu nilai.

Demikian pula kewajiban manusia terhadap Tuhan­nya, manusia sadar akan keyakinan dan ajaran-Nya. Oleh karena itu manusia harus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar manusia dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar.

Tanggung jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah keberanian.Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala yang menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan berusaha melalui seluruh po­tensi dirinya. Selain itu juga orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan orang lain.

Tanggung jawab juga berkaitan dengan kewajiban. Kewa­jiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang. Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak dan dapat juga tidak mengacu kepada hak. Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya. Kewajiban dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

1.      Kewajiban Terbatas

Kewajiban ini tanggung jawab diberlakukan kepada setiap orang. Contohnya undang-undang larangan membunuh, mencuri yang disampingnya dapat diadakan hukuman-hukuman.

2.      Kewajiban tidak Terbatas

Kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada semua orang. Tanggung  jawab terhadap kewajiban ini nilainya lebih tinggi, sebab dijalankan oleh suara hati, seperti keadilan dan kebajikan.

Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan,  karena orang tersebut dapat menunaikan kewajibannya. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya atau orang lain. Sebaliknya, jika orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapi kesulitan karena ia tidak mengikuti aturan, norma, atau nilai-nilai yang berlaku. Problema utama yang dirasakan pada zaman sekarang se­hubungan dengan masalah tanggung jawab adalah berkaratnya atau rusaknya perasaan moral dan rasa hormat diri terhadap pertanggungjawaban.

Orang yang bertanggung jawab itu akan mencoba un­tuk berbuat adil. Tetapi adakalanya orang yang bertanggung jawab tidak dianggap adil karena runtuhnya nilai-nilai yang dipegangnya dan runtuhnya keimanan terhadap Tuhan. Orang yang demikian tentu akan mempertang­gung jawabkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang bisa memberikan hukuman atau cobaan kepada manusia agar manusia mau mempertanggung jawabkan atas segala perbuatannya.[3]

2. Macam-macam Kewajiban (Tanggung Jawab)

            Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia akan menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, dikenal jenis-jenis atau macam-macam dari tanggung jawab.

1.    Tanggung Jawab manusia terhadap diri sendiri

Menurut sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah barang tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu diberi Tanggung Jawab.

2.    Tanggung Jawab kepada keluarga

Masyarakat kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang-orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung Jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

 

3.    Tanggung Jawab kepada masyarakat

Satu kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

Secara kodrati dari sejak lahir sampai manusia mati, memerlukan bantuan orang lain. Terlebih lagi pada zaman yang sudah semakin maju ini. Secara langsung maupun tidak langsung manusia membutuhkan hasil karya dan jasa orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Dalam kondisi inilah manusia membutuhkan dan kerjasama dengan orang lain.

Kekuatan pada manusia pada hakikatnya tidak terletak pada kemampuan fisik ataupun kemampuan jiwanya saja, namun juaga terletak pada kemampuan manusia bekerjasama dengan manusia lain. Karena dengan manusia lain, mereka dapat menciptakan kebudayaan yang dapat membedakan manusia dengan makhluk hidup lain. Yang menyadarkan manusia ada tingkat mutu, martabat dan harkat, sebagai manusia yang hidup pada zaman sekarang dan akan datang.

Dalam semua ini nampak bahwa dalam mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan yang lebih baik, manusia mustahil dapat mutlak berdiri sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan orang lain. Kenyataan ini menimbulkan kesadaran bahwa segala yang dicapai dan kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia pada dasarnya berkat bantuan atau kerjasama dengan orang lain didalam masyarakat. Kesadaran demikian melahirkan kesadaran bahwa setiap manusia terpanggil hatinya untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat. Boleh jadi inilah Tanggung Jawab manusia yang utama dalam hidup kaitannya dengan masyarakat.

4.    Tanggung Jawab kepada Bangsa/Negara

Satu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individual adalah warga nagara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat olah norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semau sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.

5.    Tanggung Jawab kepada Tuhan

Manusia ada tidak dengan sendirimya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarnya.

Dalam mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat. Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yangdisengaja maupun tidak. Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang saalah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan. Apabila tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya itu diakhirat kelak.

Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri, penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia menutupi perbuatannya yang salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (ancaman), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.[4]

 

B. Manusia

1. Pengertian

Manusia adalah makhluk yang paling mulia disisi Allah SWT. Manusia memiliki keunikan yang menyebabkannya berbeda dengan makhluk lain. Manusia memiliki jiwa yang rohaniah, ghaib, tidak dapat ditangkap dengan panca indera yang berbeda dengan makhluk lain karena pada manusia terdapat daya berfikir, akal, nafsu, kalbu, dan sebagainya.

 Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dibawah ini disebutkan pengertian menurut  para ahli.

Adapun pendapat para ahli mengenai definisi atau pengertian manusia adalah sebagai berikut :

§  ICOLAUS D. & A. SUDIARJA : Manusia adalah bhineka,tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena  jasmani dan rohani merupakan satu barang

§  ABINENO J.I : Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"

§  UPANISADS : Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan

§  OMAR MOHAMMADAL-TOUMY AL-SYAIBANY : Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.

§  SOKRATES : Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.

§  KEES BERTENS : Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.

§  I WAYAN WATRA : Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.

§  ERBE SENTANU : Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.

§  PAULA J. C & JANET W. K : manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.[5]

 

Para pengulas terdahulu, tidak mampu melihat adanya gagasan, bahwa bentuk manusia bisa jadi telah mengalami transformasi. Meskipun demikian, mereka berkehendak untuk mengakui bahwa perubahan-perubahan mungkin saja benar-benar  telah terjadi dan mereka mengakui kemajuan tahapan-tahapan disepanjang perkembangan embrionik, suatu gejala yang biasa teramati pada seluruh kurun waktu dalam sejarah. Meskipun demikian hanya pada masa kita inilah, sains modern mengizinkan kita untuk sepenuhnya memahami arti ayat-ayat al-qur’an yang menunjuk kepada tahapan-tahapan berurutan dari perkembangan embrionik di dalam rahim.

 

Pada saat ini memang kita bisa bertaya-tanya apakah perujukan-perujukan yang ditujukan kepada tahap-tahap berurutan dari perkembangan manusia, paling ridak pada beberapa ayat, tidak melampaui sekadar pertumbuhan embrionik sedemikian, sehingga mencakup transformasi-transformasi morfologi manusia yang terjadi selama berabad-abad. Kemajuan perubahan-perubahan itu telah secara resmi dibuktikan oleh palenteologi dan buktinya sangat banyak sehingga tidak perlu lagi untuk mempertanyakannya.

 

Para penafsir al-qur’an terdahulu barang kali tak punya firasat bakal adanya penemuan-penemuan pada berabad-abad kemudian. Mereka hanya bisa memandang ayat-ayat khusus ini dalam konteks perkembangan embrio, tak ada alternatif lain pada masa itu.

 

Kemudian tibalah bom darwin yang melalui pemuntiran terang-terangan teori darwin oleh para pengikut awalnya mengekstrapolasikan pengertian tentang suatu evolusi yang bisa diterapkan atas manusia, meskipun tingkat evolusinya belum lagi dibuktikan di dalam dunnia hewan. Dalam hal darwin teori tersebut di dorong sampai ke tingkat ekstrim sedemikian sehingga para penelliti mengklaim sebagai telah memiliki bukti bahwa manusia berasal dari kera suatu gagasan yang bahkan pada masa sekarang, tak seorang ahli paleontologi terhormat sekalipun membuktikannya. Meski demikian rerdapat satu jurang yang sangat senjang di antara konsep tentang manusia yang berasal dari kera.

 

Pada dasarnnya ada tiga aspek pokok dalam diri manusia yaitu fisik, mental dan spiritual. Aspek fisik merupakan segala hal yang dapat dirasakan oleh panca indra manusia. Aspek mental yang membedakan manusia dengan dengan makhluk lain. Dengan adanya mental manusia dapat berfikir, mempertimbangkan dan mengambil keputusan untuk suatu permasalahan. Sedangkan spiritual dapat diibaratkan sebagai navigator kehidupan. Dia yang akan memberikan warna dan arah dari kehidupan yang dijalani manusia.

 

2. Lingkungan Hidup Manusia

Manusia hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial budayanya. Dalam lingkungan alamnya manusia hidup dalam sebuah ekosistem yakni suatu unit atau satuan fungsional dari makhluk-makhluk hidup dengan lingkungannya.

Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan.

 

Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.

 

Oleh karena itu lingkungan mempunyai pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri, hal ini dapat dilihat pada gambar siklus hubungan manusia dengan lingkungan

Dalam ekosistem terdapat komponen biotik dan abiotik. Komponen abiotik pada umumnya merupakan faktor lingkungan yang mempengaruhi makhluk-makhluk hidup diantaranya :

§  Tanah merupakan tempat hidup bagi tumbuh-tumbuhan, dimana tumbuh-tumbuhan memperoleh bahan makanan atau mineral untuk kebutuhan hidupnya.

§  Udara atau gas-gas yang membentuk atmosfer. Oksigennya diperlukan untuk bernafas sedangkan gas karbon dioksidanya diperlukan tumbuhan untuk proses fotosintesis.

§  Air digunakan sebagai tempat tinggal makhluk hidup yang hidup di air serta dimanfaatkan untuk minum makhluk hidup.

§  Cahaya, terutama cahaya matahari banyak mempengaruhi keadaan makhluk-makhluk hidup.[6]

 

C. Tujuan Kewajiban Manusia

Pada dasarnya, setiap orang memiliki satu tujuan yang sama yaitu meraih kesuksesan. Namun jalan untuk menuju sukses tidak pernah mudah. Banyak orang yang tidak cukup kuat dan memutuskan untuk mengambil jalan pintas yaitu menyerah.

Resep kesuksesan memang bukan sesuatu yang gampang dan membuat Anda merasa nyaman. Pertama, Anda harus bekerja keras. Kerja keras artinya melakukan sesuatu yang tidak Anda inginkan. Misalnya, di saat orang lain bisa tidur nyenyak di malam hari, Anda harus menghabiskan waktu untuk bekerja lembur.

Kedua, Anda harus bertanggung jawab. Tidak ada yang menjamin semua usaha yang Anda lakukan akan berhasil. Dari 10 usaha, sangat mungkin 9 di antaranya gagal dan hanya ada 1 kesuksesan. Di saat Anda gagal, Anda punya dua pilihan: menyalahkan orang lain atau bertanggung jawab atas kegagalan itu sendiri. Bahkan jika kegagalan tersebut disebabkan oleh kesalahan orang lain, Anda tetap harus bertanggung jawab terhadap diri Anda.[7]

 

D. Landasan Atau Dasar Hukum

Dalam islam, dasar atau alat pengukur yang menyatakan baik-buruknya sifat seseorang  itu adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi SAW.  Apa yang baik menurut Al-Qu’an dan As-Sunnah, itulah yang baik untuk dijadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari,  sebaliknya apa yang buruk menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, itulah yang tidak baik dan harus dijahui.

 

  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

    Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu” (Qs. Muhammad: 33).

  وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

  Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (Qs. At Taghabun: 12).[8]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pada dasarnya Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala hal yang telah dilakukan atau diperbuat menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk kepentingan orang lain ataupun orang banyak.

Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai yang berlaku. Selain itu wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.

B. Saran

Dalam membuat Makalah ini mungkin masih terdapat kesalahan– kesalahan, sehingga kami mengaharapkan kritik dari pembaca agar makalah yang kami buat ini menjadi lebih baik dan lebih sempurna.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ali, M. Daud. Pendidikan Agama Islam. (PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta. 1998).

 

Asri Wijayanti. Sejarah perkembangan, Hak Asasi Manusia dan Kewajiban Manusia (Bandung: CV. Induk Derajat, 2008).

Hartono, dkkIlmu Budaya Dasar. (PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1991).

Kementerian Agama Republik Indonesia. Mushaf Al-Qur’an. (Jakarta: Pustaka Jaya Ilmu, 2013).

Lasa dkk. ( Juornal) LKS Gita SMU PPKn. Hak Asasi Manusia dan Kewajiban Manusia. (Surabaya: PT. Pabelan. Surakarta.2002).

Widyo Nugroho, Achmad Muchji.  Ilmu Budaya Dasar. (Jakarta : Universitas  Gunadarma, 1996).

http://www.definisi-pengertian.com/2015/12/pengertian-manusia-definisi-menurut-ahli.

https://kamus.tokopedia.com/w/wajib/

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-hak-dan-kewajiban-warga-negara/.com

 

 

 



[1]https://kamus.tokopedia.com/w/wajib/ & https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-hak-dan-kewajiban-warga-negara/.com Akses Pada 7 April 2020, Pukul 8: 17 AM  Lokasi : Mekar Tanjung, Bram Itam, Tanjung Jabung Barat, Jambi,  Indonesia.

[2] Lasa dkk. ( Juornal) LKS Gita SMU PPKn. Hak Asasi Manusia dan Kewajiban Manusia.

  (Surabaya: PT. Pabelan. Surakarta.2002)

[3] Widyo Nugroho, Achmad Muchji.  Ilmu Budaya Dasar. (Jakarta : Universitas  Gunadarma,

   1996). Hlm. 23

[4] Hartono, dkkIlmu Budaya Dasar. (PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1991). Hlm. 46-48

[5] http://www.definisi-pengertian.com/2015/12/pengertian-manusia-definisi-menurut-ahli.html Akses Pada 7 April 2020, Pukul 8: 40 AM  Lokasi : Mekar Tanjung, Bram Itam, Tanjung Jabung

Barat, Jambi,  Indonesia.

 

[6] Ali, M. Daud. Pendidikan Agama Islam. (PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta. 1998). Hlm. 76-

   78.

[7] Asri Wijayanti. Sejarah perkembangan, Hak Asasi Manusia dan Kewajiban Manusia (Bandung:

  CV. Induk Derajat, 2008). Hlm 45.

[8] Kementerian Agama Republik Indonesia. Mushaf Al-Qur’an. (Jakarta: Pustaka Jaya Ilmu, 2013). Hlm -.

No comments:

Post a Comment