Sunday, February 7, 2021

SHIFATUL HURUF SIFAT-SIFAT HURUF

 

MAKALAH

 

“SHIFATUL HURUF (SIFAT-SIFAT HURUF)”

Untuk memenuhi tugas mata kuliah:

“TAHSINUL QIRA’AT”

 

 

Dosen Pengampu:M.Arsyad,S.Pd.I.,M.Pd.

 

 


JURUSAN: PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

 

Disusun oleh:

KELOMPOK 3

AHMAD SYAFI’I

M. RIDHO

SAMSUL MU’ARIF

 

YAYASAN PENDIDIKAN DAN AMAL SOSIAL AN-NADWAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AN-NADWAH KUALA TUNGKAL

TAHUN AKADEMIK 2019




KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Shifatul huruf (sifat-sifat huruf)” dalam mata kuliah Tahsinul Qira’at’.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah  ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

 

Kuala Tungkal   Oktober 2019

                                                                                   Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Judul                                                                                      i

Kata pengantar                                                                                     ii

Daftar isi                                                                                                           iii

BAB I: PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang                                                                               1

B.     Rumusan masalah                                                                           1

C.     Tujuan                                                                                            1

D.     Manfaat                                                                                          1

BAB II: PEMBAHASAN

A.     Pengertian ilmu pendidikan                                                 

B.     Kedudukan pendidikan agama dalam kedudukan nasional  

C.     Relevensi kebijakan pendidikan agama                                           

D.     Persoalan yang dihadapi di pendidikan agama                                 

BAB III: PENUTUP                                          

A.     Kesimpulan                                                                                   

B.     Saran                                                                                            

                        

Daftar pustaka          

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Didalam tradisi agama islam, mempelajari ilmu tajwid adalah keharusan bagi setiap individualisme manusia. Sebagaimana yang kita ketahui al-Qur’an adalah kalam allah swt yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw, melalui perantaraan malaikat jibril as dengan bahasa arab. Sebagai sebuah perkataan, tentu didalamnya terdapat ayat-ayat yang jelas dan ada jiga yang tidak jelas yang masih membutuhkan penafsiran dan penjelasan. Posisi dan tugas nabi Muhammad saw dalam konteks sebagai penafsir awal atas ketidak jelasan atau keumuman ayat-ayat al-Qur’an ini. Adapun hal yang akan kami bahas didalam makalah ini ialah berkaitan dengan judul makalah diatas.

 

B.     Rumusan masalah

1.      Apa itu sifatul huruf (sifat-sifat huruf)?

2.      Berapakah pembagian-pembagian sifat-sifat huruf?

3.      Mengapa diperlukan mempelajai ilmu sifatul huruf?

 

C.     Tujuan

1.      Untuk mendeskripsikan tentang sifat-sifat huruf?

2.      Untuk mendeskrpsikan berapa macam pembagian-pembagian sifat huruf?

3.      Untuk mengetahui dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an?

 

D.    Manfaat

Agar mahasiswa bisa mengetahui, dan mengenal tentang sifat-sifat huruf, agar bisa memperbaiki bacaan Al-Qur’annya !


BAB II

PEMBAHASAN

A.   Sifat-sifat Huruf

Sifat huruf adalah krakteristik atau peri keadaan yang melekat pada suatu huruf. Setiap huruf hija-iyyah mempunyai sifat berdiri sendiri yang bisa jadi berbeda atau sama dengan huruf lain. Sifat ini muncul setelah suatu huruf dikeluarkan secara tepat dari makhrajnya.  Huruf yang sudah tepat makhrajnya belum dapat dipastikan kebenarannya sampai huruf tersebut diucapkan secara benar sesuai sifat aslinya.

Didalam bab ini kita akan membahas sifat-sifat huruf berdasarkan  tiga kategori:

1.      Sifat Mutadladah dan Ghairu Mutadladah.

2.      Sifat ‘Aridlah dan Lazimah.

3.      Sifat Qawiyyah dan Dla’ifah.

 

B.   Pembagian Sifat-sifat Huruf

1.    Sifat Mutadladah dan Ghairu Mutadladah

Imam Ibnul Jazari rahimahullah dan para pengikutnya berpendapat bahwa sifat-sifat huruf itu berjumlah tujuh belas[1]. Ketujuh belas sifat ini kemudian menjadi dua bagian: sifat Mutadladah dan Ghairu Mutadladah

a)    Sifat Mutadladah

Sifat Mutadladah  ( (الصِّفَات المُتَضَادَةartinya sifat-sifat yang mempunyai lawan. Jumlahnya ada sepuluh sifat[2].

·         Hams lawannya Jahr

·         Syiddah lawannya Rakhwah

·         Isti’la’ lawannya Istifal

·         Ithbaq lawannya Infitah

·         Idzlaq lawannya Ishmat

 

1.    Sifat Hams

Hams menurut bahasa ialah hissul khafi, artinya “perasaan yang halus”[3]. Sedangkan menurut istilah Hams ialah, “keluarnya/berembusnya nafas ketika mengucapkan huruf karena lemahnya tekanan terhadap makhraj huruf tersebut”[4]. Adapun huruf-huruf Hams jumlahnya ada 10 yakni:

ف ح  ث ه ش خ ص س ك ت.

Cara membunyikan Hams seperti menghembuskan atau mengeluarkan nafas, baik tatkala huruf Hams dalam keadaan berharkat maupun bersukun.

Salah satu contohnya:

ح : الحَمْدلله – مَحْمُودًا.

2.      Sifat Jahr

Jahr menurut bahasa adalah al-i’lan wal izh-har artinya, “berkumandang dan jelas”.[5] Sedangkan menurut istilah Jahr ialah: “tertahannya aliran/embusan nafas ketika mengucapkan huruf, karena kuatnya tekanan terhadap makhraj huruf tersebut”.[6] Sifat Jahr merupakan lawan dari sifat Hams. oleh sebab itu, huruf-huruf Jahr adalah sisa huruf hijaiyyah dari huruf-huruf Hams. Dengan demikian, jumlah huruf Jahr ada 19 huruf:

ع ظ م و ز ن ق ا ر ء ذ ي غ ض ج  د ط ل ب .

Berbeda dengan huruf Hams, saat membunyikan huruf Jahr, nafas tidak berhembus atau seperti tertahan. Salah satu contohnya:

ع : وَعَمِلُوا  -   د : وَدَاعِيًا   -   ج : وَجَعَلْنَا.

 

3.      Sifat Syiddah

Syiddah menurut bahasa adalah al-quwwah artinya “kuat”. Sedangkan menurut istilah Syiddah ialah “tertahannya suara ketika mengucapkan huruf, karena makhaj huruf tersebut ditekan dengan sempurna/sangat kuat”.[7]  Huruf-huruf syiddah ada 8 yaitu:

ء ج د ق ط ب ك ت.

Saat mengucapkan huruf-huruf Syiddah suara menjadi tertekan karena kuatnya tekanan terhadap makhraj huruf tersebut, tertahannya suara ini menjadi semakin nyata tatkala huruf-huruf Syiddah dalam keadaan bersukun atau waqaf.[8] Contohnya:

ق : يَقْرأ -  قَرَأْنَهُ.

4.      Sifat Rakhwah

Rakhwah menurut bahasa ialah al-lin artinya “lunak atau lemah lembut”. Sedangkan menurut istilah ialah “berjalannya suara ketika mengucapkan huruf karena lemahnya tekanan terhadap makhraj huruf tersebut”. Huruf-huruf Rakhwah ada 16 huruf, yaitu:

خ ذ غ ث ح ظ ف ض ش و ص ز ي س ا ه.

Berbeda dengan cara mengucapkan huruf Syiddah, saat membunyikan huruf Rakhwah, suara tidak tertahan atau keluar secara sempurna. Sekalipun dalam keadaan berharakat atau bersukun. Contohnya

ش : يَشْهَدُ – اَشَدُّ قُوَّة.

5.    Sifat isti’la

Isti’la menurut bahasa ialah al-irtifa’ artinya “berangkat”. Sedangkan menurut istilah ialah, “terangkatnya lidah mengarah kelangit-langitatas ketika mengucapkan huruf”.

Huruf-huruf isti’la ada 7 yaitu:

خ ص ض غ ط ق ظ.

Huruf Iati’la dibunyikan dengan cara mengangkat lidah kelangit-langit atas. Akibat dari proses ini suara terdengar agak membesar dan tebal (tafkhim). Contohnya:

خ : خَلَقَكُمْ  -  ض : من فَضْلٍ  -  ط : َطيْرًا.

6.      Sifat Istifal

Istifal menurut bahasa ialah al-inhifadh artinya, “merendah”. Sedangkan menurut istilah ialah, “terhamparnya lidah kelangit-langit atas sampai ke pelataran mulut saat mengucapkan huruf.[9]

Huruf-huruf Isti’la berjumlah 22 huruf, yaitu:

ث ب ت ع ز م ن ي ج و د ح ر ف ه ء ذ س ل ش ك ا.

Berbeda dengan cara menggunakan huruf Isti’la, saat membunyikan huruf Istifal, lidah terhampar kelangit-langit sehingga ada ruang antara langit-langit dan lidah. Contohnya:

ر : رَسُولٌ  -  ك : المُلْك  -  و : فِرْعَونَ.

7.      Sifat Ithbaq

Ithbaq mnurut bahasa ialah, al-ish-haq artinya, “menempel”. Sedangkan menurut istilah ialah, “merapatnya lidah pada atap langit-langit ketika mengucapkan huruf”.

Huruf-hurf Ithbaq ada 4 yaitu:

ص ض ط ظ

Cara membunyikan Ithibaq ialah dengan menghimpun suara seraya menempelkan lidah pada langit-langit atas sehingga terdengar bunyi yang tebal atau besar. Contohnya:

ص : صلاَتُهُمْ  -  ض: في الارضِ   -  ط: سُلطَا نًا  -  ظ: يُحَافِظُون.

 

 

 

8.      Sifat Infitah

Infitah menurut bahasa ialah al-iftiraq artinya, “terpisah atau terbuka”. Sedangkan menurut istilah ialah, “terbukanya apa yang ada di antara lidah dan langit- langit atas sehingga keluar angin dari antara keduanya”.[10]

Huruf-huruf Infitah ada 25 yaitu:

م ن ء خ ذ و ج د س ع ت ف ز ك ا ح ق ل ه ش ر ب غ ي ث.

Berbeda mengucapkan huruf Ithbaq saat membunyikan huruf Infitah, lidah tidak menempel atau merapat pada langit-langit atas. Dengan kata lain, keliling lidah tidak dilekungkan kelangit-langit, sehingga bunyi huruf tidak membesar atau tebal. Contohnya :

ن : ويَمْنَعُونَ  -  د : يَدُعُّ اليَتِيمَ  - ز : هُمَزَةٍ.

9.      Sifat Idzlaq

Idzlaq menurut bahasa ialah, “batas lidah atau ujung lancipnya”. Sedangkan menurut istilah ialah, “ringannya suara ketika  huruf keluar dari makhraj ujing lidah atau dari ujung bibir”.

Huruf-huruf idzlaq ada 6 yaitu:

ف ر م ن ل ب.

Huruf-huruf Idzlaq di ucapkan dengan suara yang ringan dan lancar.[11] Selain itu, huruf-huruf Idzlaq juga lebih cepat diucapkan karena dalam pelafalannya lebih mengutamakan ujung lidah maupun ujung bibir. Contohnya :

ف : يُخَفَّفُ  -  م : اَعْمَا لَهُم  -  ن : فَأَثَرْنَ بِهِ.

10.  Sifat Ishmat

Ishmat menurut bahasa ialah al-man’u artinya, “tercegah atau tertahan”. Sedangkan menurut istilah ialah, “beratnya/tidak lancarnya suara ketika mengucap huruf yang keluar dari makhraj selain ujung lidah dan ujung bibir. 

 Huruf-huruf Ishmat ada 23 huruf yaitu:

ج ز غ ش س ا خ ط ص د ث ق ت ء ذ و ع ظ ه ي ح ض ك.

Tidak seperti huruf Idzlaq, ketika mengucapkan huruf Ishmat, suara seperti tertahan, tidak ringan, dan tidak cepat terucap. Hal ini dikarenakan makhraj huruf Ishmat agak kedalam dibandingkan huruf Idzlaq.

Khusus untuk huruf wau (و), meskipun makhrajnya berasal dari bibir, ia tidak tersifati oleh sifat Idzlaq tetapi tersifati oleh sifat Ishmat. Sebab kerena mengucapkan huruf wau (و) lebih sukar (sulit) dibandingkan pengucapan huruf-huruf bibir lainnya, yaitu: mim (م), ba’ (ب), dan fa’ (ف). Pengucapan wau(و)  dibarengi dengan terbukanya kedua bibir, sementara mim, ba’,dan fa’ sebaliknya.[12] Contohnya:

ت : تَتَنَزَّلُ  -  ق :نَقُصُّ عَلَيْكَ  -  د : كُلَّمَا دَخَلَ.

b)      Sifat Ghairu Mutadladah

Sifat Ghairu Mutadladah artinya, sifat yang tidak mempunyai lawan artinya, sifat ini berdiri dengan sendirinya dan jumlahnya ada tujuh macam :

1.      Sifat Shafir

Shafir menurut bahasa ialah, “suara yang menyerupai suitan burung”.[13] Sedangkan menurut istilah ialah, “suara tambahan yang keluar dengan kuat diantara ujung lidah dan gigi seri”. Huruf-huruf shafir ada 3 yaitu: (ز س ص)  safir terbagi kedalam 3 tingkatan yaitu:

Ø Shafir qubra (besar) hurufnya zai.

Ø Shafir Wustha (sedang) hurufnya shad.

Ø Shafir Shughra (kecil) hurufnya sin.

Contohnya :

ز: اذَا زُلزِلَتِ  -  س: يُوَسْوِسُ  -  ص: وَتَوَاصَوْبِا لصَّبرِ.

 

2.      Sifat Qalqalah

Qalqalah menurut bahasa ialah, “bergerak dan gemetar”. Sedangkan menurut istilah ialah, “suara tambahan (pantulan) yang kuat dan jelas yang terjadi pada huruf yang bersukun setelah menekan pada makhraj huruf tersebut”.

Huruf qalqalah ada 5 yaitu:

ق ط ب ج د .

Sifat qalqalah atau pantulan huruf hanya terjadi pada huruf-huruf Qalqalah saja. Contohnya:

ق: يَقْطَعُونَ  -  ج: مُجْرِمُوْنَ.

3.      Sifat Lin

Lin menurut bahasa artinya, “lawan sukar dan keras”. Sedangkan menurut istilah ialah, “mengeluarkan huruf dari mulut tanpa memberatkan lisan”. Huruf lin ada 2 yaitu :                                              و ي

Huruf  lin diucapkan dengan suara yang lunak tidak boleh dikeraskan ketika menekan suara pada makhraj huruf tersebut. Contohnya:

و: بِقَولٍ  -  ي:غَيْرُ.

4.      Sifat inhiraf

Inhiraf menurut bahasa ialah, “condong atau miring”. Sedangkan menurut istilah ialah, “condongnya huruf dari makhrajnya sampai keujung lidah”. Huruf Infirah ada 2 yaitu :                                                      ل ر

Tatkala mengucapkan huruf Infirah, makhrajnya menjadi miring dari ujung lidah sampai pertengahan lidah. Contohnya:

ل: فَصَلىِّ  -  ر:جَارِيَةٌ.

5.      Sifat takrir

Takrir menurut bahasa ialah, “mengulangi, yakni mengulangi sesuatu lebih dari sekali”.[14] Sedangkan menurut istilah ialah, “bergetarnya ujung lidah saat mengucapkan huruf”. Huruf Takrir hanya satu, yaitu ra’(ر), huruf ini diucapkan dengan cara menggetarkan ujung lidah, tetapi dengan getaran yang tidak boleh lebih dari dua kali. Contohnya:

ر: شَرُّالبَرِيَّةِ.

6.      Sifat Tafasy-syi

Tafasy-syi menurut bahasa ialah, “Menyebar dan meluas”. Sedangkan menurut istilah, “Menyebarnya angin dari dalam mulut ketika mengucapkan huruf”.  Huruf  Tafasy-syi hanya satu yaitu, syin (ش), Tafasy-syi terbagi dalam 3 tingkatan yaitu:

Ø  Tafasyi-syi qubra (Besar), yaitu bila huruf syin bertasydid, cth (الشَّمْسُ)

Ø  Tafasy-syi wushta (sedang), yaitu bila huruf syin bersukun, cthاَشْهَدُ) )

Ø  Tafasyi-syi Shugra (kecil), yaitu bila huruf syin berfathah, cth (شَهْرٌ)

7.      Sifat Isthitalah

                        Isthitalah menurut bahasa ialah al-imtidad artinya, “Memenjang”. Sedangkan menurut istilah ialah, “Memanjangkan suara dari tepi awal pangkal lidah sampai ujung lidah”. Huruf Isthitalah hanya satu yaitu, dlad (ض), huruf dlad diucapkan dengan cara menyentuhkan tepi lidah dengan gigi geraham. Pengucapan huruf dlad lebih jelas ketika bersukun, bertasydid, atau waqaf. Contohnya:

ض : وَخْفِضْ لَهُمَاض

2.    Sifat ‘Aridlah dan Sifat Lazimah

a)    Sifat Aridlah

         Sifat Aridlah adalah “sifat yang kadang–kadang ada/melekat pada suatu huruf dan kadang-kadang tidak ada karena kondisi tertentu”.[15] Yang termasuk kedalam sifat Aridlah ada 6 yaitu:

 

1.      Sifat Ikhfa

                        Ikhfa menurut bahasa ialah as-satru yang berarti, “samar”. Sedangkan menurut istilah ialah, “mengucapkan huruf dengan sifat antara Izh-har dan idgham, tanpa tasydid dan dengan menjaga ghunnah pada huruf yang di-ikhfakan”.

2.      Sifat Ghunnah

                        Ghunnah menurut bahasa ialah at-tarnim yang berarti, “Bernyanyi”. Sedangkan menurut istilah ialah “suara yang jelas dan nyaring yang keluar dari pangkal hidung dengan tidak menggunakan lidah pada waktu pengucapannya”.

3.      Sifat Izh-har

                        Izh-har menurut bahasa ialah al-bayan yang berarti “Jelas”. Sedangkan menurut istilah ialah, “keluarnya setiap huruf dari makhrajnya tanpa memakai ghunnah pada huruf yang di Izh-har-kan”.

4.    Sifat Idhgam

          Idhgam menurut bahasa ialah, “memasukkan sesuatu kedalam sesuatu”. Sedangkan menurut istilah ialah, “mengucapkan dua huruf menjadi satu huruf. Sedangkan huruf yang kedua bertasydid”.

5.      Sifat Tafhkim

                        Tafhkim menurut bahasa ialah “tebal”. Sedangkan menurut istilah ialah, “Mengucapkan huruf dengan tebal sampai memenuhi mulut ketika mengucapkannya”.

6.      Sifat Tarqiq

                        Tarqiq menurut bahasa ialah, “kurus atau langsing”. Sedangkan menurut istilah ialah, “Mengucapkan huruf dengan ringan/tipis sehingga tidak sampai memnuhi mulut ketika mengucapkannya”.[16]

 

 

 

b)      Sifat Lazimah

Sifat Lazimah adalah “sifat  yang wajib ada pada huruf dalam setiap keadaan dan tidak bisa  dipisahkan selamanya”. Sifat Lazimah sangat bertolak belakang dengan sifat ‘Aridlah, jika sifat ‘Aridlah amat dipenuhi oleh kondisi teretentu sehingga kemunculan sifat ini tidak selalu melekat pada satu huruf , maka sifat Lazimah bersifat sebaliknya. Ia senantiasa melekat pada setiap huruf dan tidak bisa dipisahkan keberadaannya dari huruf tersebut. Adapun yang tergolong sifat Lazimah ialah seluruh sifat yang termaktub dalam sifat Mutadladah dan Ghairu Mutadladah.

 

3.      Sifat Qawiyyah dan Dla’ifah

a)      Sifat Qawiyyah

Qawiyyah artinya “kuat”, sifat Qawiyyah artinya sifat yang kuat. Kuat disini maksudnya kuat dari segi aliran nafas, suara, dan sebagainya. Sifat-sifat yang digolongkan dalam sifat Qawiyyah ada 12 yaitu:

-          Sifat Jahr              -  Sifat Ishmat           -  Sifat Takrir

-          Sifat Syiddah        -  Sifat Shafir            -  Sifat Tafasy-syi

-          Sifat Isti’la            -  Sifat Qalqalah       -  Sifat Istithalah

-          Sifat Ithbaq           -  Sifat Inhiraf           -  Sifat Ghunnah

b)        Sifat Dla’ifah

Dla’ifah artinya “lemah”, sifat Dla’ifah artinya sifat yang lemah. Lemah disini maksudnya lemah dari segi aliran nafas, suara, dan lain sebagainya. Sifat-sifat yang digolongkan dalam sifat Dla’ifah ada 6, yaitu:

-          Sifat Hams            -  Sifat Infitah

-          Sifat Rakhwah      - Sifat Idzlaq

-          Sifat Istifal            - Sifat Lin

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Demikianlah seluruh rangkain pembahasan tentang sifat-sifat huruf  adapun kesimpulan yang dapat kita ambil adalah, sifat-sifat huruf itu mencakup tiga kategori yang harus diingat ialah, pertama sifat Mutadladah dan Ghairu Mutadladah, dan didalam sifat Mutadladah  mencakup sepuluh sifat yang berlawanan. Sedangkan yang Ghairu Mutadladah ialah sifat yang berdiri sendiri dan tidak berlawanan didalamnya mencakup enam sifat.  Kedua ialah sifat Aridlah dan Lazimah, Aridlah mencakup kategori di dalamnya ada enam sifat, sedangkan Lazimah iala seluruh sifat yang termaktub di dalam sifat Mutadladah dan Ghairu Mutadladah. Yang ketiga sifat Qawiyyah dan Dla’ifah, sifat Qawiyyah (kuat)  yang termasuk didalamnya ada dua belas sifat, sedangkan sifat Dla’ifah (lemah) yang termasuk didalamnya ada enam sifat.

 

B.     Saran

Dalam membuat Makalah ini mungkin masih terdapat kesalahan– kesalahan, sehingga kami mengaharapkan kritik dari pembaca agar makalah yang kami buat ini menjadi lebih baik dan lebih sempurna.

 



[1] Nihayatul Qaulil Mufid, hlm. 43.

[2] Al-Qaulus Sadid, hlm. 12.

[3] Al-Qaulus Sadid, hlm. 9.

[4] Ar-Raid Fii Tajwidil Qur’an, hlm. 43.

[5] Nihayatul Qaulil Mufid, hlm. 44.

[6] Ibid, hlm. 43.

[7] Nihayatul Qaulil Mufid, hlm. 46.

[8] Tajwid Al-Qur’anul Karim, hlm. 46.

[9] Nihayatul Qaulil Mufid, hlm. 50.

[10] Al-Qaulus Sadid, hlm. 10.

[11] Kamus Al-‘Ashri, hlm. 934.

[12] Kaifa Taqra-ul Qur’an, hlm. 160.

[13] Ar-Raid Fii Tajwidil Qur’an, hlm. 11.

[14] Kaifa Taqra-ul Qur’an, hlm. 165. ََ

[15] Kaifa Taqra-ul Qur’an, hlm. 153.

[16] Ar-Raid Fii Tajwidil Qur’an, hlm. 53.



DAFTAR PUSTAKA

Acep Iim Abdurohim, 2007, Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap, Bandung: CV. Penerbit Diponegoro.

(Nihayatul Qaulil Mufid, Al-Qaulus Sadid, Ar-Raid Fii Tajwidil Qur’an, Kamus Al-‘Ashri, Kaifa Taqra-ul Qur’an, Tajwid Al-Qur’an-ul Karim).

Al-Qur’an-nul Karim, Kementrian Agama, 2013, Jakarta: CV. Pustaka Jaya Ilmu.

 

MAKALAH TAHSINUL QIRAAT

SIFAT SIFAT HURUF

https://kadul5647.blogspot.com/2021/02/shifatul-huruf-sifat-sifat-huruf.html

No comments:

Post a Comment